Jika Anak Membangkang


Setiap orangtua perlu memahami kebiasaan dari si anak sehingga dapat menuntun kepada cara memberikan respons yang tepat. Mungkin saja anak menjadi sulit ditangani, karena mereka seringkali memberikan argumen dan reaksi emosional yang keras kepada orangtuanya.

Beberapa hal berikut ini mungkin dapat dilakukan oleh orangtua untuk menangani anak yang membangkang:

1. Persiapkan diri untuk menerima reaksi yang tidak diharapkan. Anak yang membangkang memiliki ketrampilan untuk melawan pada waktu yang tidak bisa ditentukan. Jadi orangtua harus mempersiapkan diri untuk mengatasi perlawanan dari sang anak.

2. Hindari memberikan argumen balik ke anak. Perang argumen bisa memicu timbulnya masalah yang lebih rumit. Kadang anak pembangkang menemukan argumen yang tak terduga dan bisa memicu orangtua untuk memberikan argumen balik.

3. Fokus tentang apa yang harus dilakukan. Untuk itu hindari pernyataan yang tidak bisa dikontrol oleh orangtua. Jika ingin menyuruh anak mengerjakan tugas sekolah, fokuslah pada masalah tugas sekolah saja. Misalnya katakan, “Tugas sekolah lebih penting untuk dikerjakan sebelum menonton televisi, jika tidak mau mengerjakan tugas maka televisi akan dimatikan”.

4. Ambillah sedikit waktu untuk menenangkan diri. Hal ini sangat diperlukan ketika orangtua mulai kehilangan kendali. Berseteru dengan anak bisa menghabiskan energi yang luar biasa besar. Jika orangtua tidak tenang dan tidak bisa mengontrol diri, maka perseteruan tersebut bisa melukai hati orangtua dan anak itu sendiri.

5. Pertahankan sikap positif. Anak harus diajarkan untuk memikirkan dampak dari sikapnya terhadap kehidupan dan hubungannya dengan orang lain. Hal ini akan melatih keterampilan anak untuk berfikir positif dan fokus terhadap pilihannya.

6. Hindari penggunaan sindiran yang tajam. Banyak orangtua yang belum puas bila belum berteriak dan menyindir anak dengan kata-kata yang tajam yang sesungguhnya dapat melukai perasaan anak. Kata-kata sindiran dan teriakan saat berseteru bisa membahayakan hubungan antara orangtua dengan anak.

7. Beri penghargaan yang positif. Penghargaan yang positif sangat diperlukan saat anak mau mendengarkan kata-kata orangtuanya. Penghargaan tidak harus bersifat fisik, bahkan seringkali penghargaan yang bersifat emosional seperti pujian dan ekspresi cinta dari orangtua jauh lebih berarti buat anak. Bila itu dilakukan, maka dapat menjadi awal yang baik dalam membangun hubungan yang lebih baik antara orangtua dan anak.

Sumber: http://www.perempuan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: