Berbagai Kondisi Yang Pengaruhi Janin


Kondisi-kondisi yang mempengaruhi perkembangan janin adalah :

– Gizi Ibu

Makanan Janin berasal dari aliran darah ibu melalui plasenta. Sehingga asupan bagi janin tergantung dari apa yang dimakan ibu. Jika ibu makan makanan yang bergizi : mengandung protein, lemak, karbohidrat, maka janin akan tercukupi kebutuhan gizinya. Namun sebaliknya, jikalau ibu makan makanan yang tidak bergizi, ‘asal’ Maka janin hanya akan mendapatkan gizi yang ‘asal’ pula.

– Kekurangan Vitamin

Vitamin dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit. Namun peran vitamin sangatlah penting dalam metabolisme tubuh

– Kesehatan Ibu

Kondisi kesehatan ibu jelaslah bepengaruh terhadap kondisi kesehatan janin. Janin bagaikan bagian dari tubuh ibu. Jika salah satu bagian tubuh ada yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasa sakit.

– Faktor RH (rhesus)

Ketidaksesuaian antara tipe darah ibu dan ayah menyebabkan kerusakan sel janin. Ini menimbulkan komplikasi fisik atau mental yang seringkali cukup berbahaya sehingga menyebabkan kematian atau gangguan permanan pada anak.

– Obat-obatan

Obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil, jelas berpengaruh terhadap kondisi janin. Hingga kini pun masih sedikit informasi tentang obat yang aman bagi ibu hamil dan janinnya. Ibu hamil sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, saat akan mengkonsumsi obat-obatan.

– Sinar-X dan Radium

Terdapat bukti medis, bahwa penggunaan sinar-X dan radium untuk pengobatan pada ibuhamil cendeung merusak janin Kerusakan ini mungkin berbentuk cacat lahir, keguguran atau kematian sebellum lahir. Sedangkan penggunaan sinar-X untuk tujuan diagnosa –ukuran dan posisi janin dalam rahim, menjelang HPL- tidak mempengaruhi janin.

– Alkohol

Zat-zat yang terkadung dalam alkohol berbahaya bagi tubuh dan mental orang dewasa, terlebih bagi janin. Maka hindari alkohol semasa hamil dan sepanjang masa.

– Tembakau dan Rokok

Merokok paling berbahaya bagi anak, ibu dan janin. Ibu hamil yang menghirup asap rokok pun, asapnyamempengaruhi denyut jantung dan kandungan kimiawi darah janin.

– Usia Orang Tua

Sebelum berusia 21 tahun, alat reproduksi wanita belum sepenuhnya matang dan hormon yang yang diperlukan untuk mereproduksi blum mencapai tingkat optimum setelah usia 29 tahun, kegiatan hormonal seacara bertahap menurun. Secara langsung usia orang tua tidak berpengaruh terhadap janin, namun secara tidak langsung mempunyai pengaruh. Misalnya : kesiapan mental ibu muda atau kondisi kesehatan ibu yang telah berusia diatas 40 tahun.

– Emosi Calon Ibu

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, janin bagaikan anggota tubuh dari ibu. Saat emosi ibu tenang, maka janin pun merasa tenang. Sebaliknya saat ibu merasakan stress berat, maka degup jantung janin pun bertambah. Ibu hamil yang mengalami stress berat dan dalam jangka waktu yang lama, mengakibatkan ‘bloodborne anxietes’ yang mempengaruhi perkembangan pasca pra dan pasca lahir

– Kesesakan Rahim

Pada kehamilan kembar, kesesakan rahim membatasi kegiatan janin, yang penting untuk perkembangannya.

Ibu hamil dan ibu yang sedang merencanakan hamil, jadikan kehamilan sebagai suatu anugerah terindah dalam kehidupan kita sebagai seorang wanita. Jadikan masa kehamilan sebagai masa yang penuh dinamika, menyenangkan dan dipenuhi makna serta kegembiraan bagi seluruh keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: