Belajar Membaca Secara Bertahap


1. Proses membaca teknis

Yaitu suatu proses pemahaman hubungan antara huruf dengan bunyi atau suara dengan mengubah simbol – simbol tertulis berupa huruf atau kata menjadi system bunyi. Proses ini disebut sebagai pengenalan kata.
Misalnya : anak mengucapkan baik dalam hati maupun bersuara seperti kata, “adik minum ” yang tecetak merupakan proses membaca teknis.

2. Proses memahami bacaan

Yaitu kemampuan anak untuk menangkap makna kata yang tercetak. Pada waktu melihat tulisan ” adik minum ” anak tahu bahwa yang minum bukan ayah atau adik dalam tulisan itu tidak sedang makan. Penguasaan kosakata sangat penting dalam memahami kata-kata dalam bacaan.

Lantas bagaimana mengajarkan anak usia prasekolah untuk membaca? Ada dua jenis pendekatan pengajaran yang sering disampaikan :

1. Menekankan pada pemahaman simbol atau huruf.

Menekankan pengenalan sistem simbol bunyi sedini mungkin.

Misalnya, diperkenalkan dengan nama alphabet dan bunyinya. Dimulai dari huruf yang paling sederhana dan tinggi frekwensi penggunaannya. Dari pengenalan huruf dan bunyi ini kemudian berkembang menjadi penggabungan huruf menjadi suku kata atau kata.

2. Menekankan belajar membaca kata dan kalimat secara utuh.

Dengan pendekatan ini anak diharapkan dapat mencari sendiri sistem huruf – bunyi yang berlaku.

Para pakar hingga kini tidak mempunyai pendapat yang sama mengenai pendekatan yang lebih baik di antara keduanya. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa gabungan dari kedua pendekatan tersebutlah yang terbaik.

Apapun metode yang kita pergunakan, yang perlu kita ingat dalam mengajarkan membaca pada anak usia prasekolah adalah :

1. Pergunakan metode yang bervariatif sesuai dengan gaya dan kebutuhan anak. Hal ini mengingat bahwa setiap anak mempunyai kepekaan cara membaca yang berbeda satu sama lain.

2. Aktifitas dilakukan sambil bermain, bermain sambil belajar dan tidak formal. Masa anak – anak adalah masa bermain jadi sebaiknya tidak membebani anak dengan aktifitas pembelajaran formal yang menegangkan.

3. Ciptakan suasana yang nyaman, suasana yang menyenangkan dan penuh keakraban. Dalam mengajarkan anak membaca selama hal inidilakukan dengan suasana santai dan akrab, maka anak akan cepat menangkap apa yang diajarkan.

4. Tidak perlu lama – lama. Kurang lebih 10 – 15 menit, tapi rutin dan konsisten. Hal ini mengingat bahwa kemampuan konsentrasi pada anak usia prasekolah tidaklah lama.

5. Berhenti sebelum anak merasa bosan. Kita harus peka terhadap reaksi anak pada saat mengajarkan membaca. Dan tidak ada paksaan. Pada saat anak mulai tidak berkonsentrasi atau tidak tertarik lagi maka berhentilah.

6. Ingatlah bahwa setiap anak berkembang dengan iramanya sendiri. Tidak jarang seorang anak maju pada satu bidang tetapi lambat pada bidang lain.

Sumber: http://www.perempuan.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: