Pria si Karet Gelang


Pria, kata John Gray, ibarat karet gelang, menarik diri kemudian mendekat lagi. Mereka pada satu titik akan menjauh dari wanita yang dicintainya, namun pada saatnya akan kembali mendekat. Kadang pria butuh sendiri untuk memulihkan dirinya. Banyak wanita yang menyalahartikan si pria sudah tidak mencintainya lagi.

Pria mulai merasakan kebutuhan akan kemandirian dan kebebasan setelah memuaskan kebutuhan mereka akan kehangatan pasangan. Biasanya pria akan menhabiskan waktu untuk dirinya sendiri, kedalam ‘gua’nya, seperti main game, mengubah-ubah saluran televisi, mononton pertandingan olahraga, menonton berita, membaca Koran tanpa ingin diusik. Sat menarik diri inilah wanita merasa panic dan menganggap ada yang salah dengan hubungan mereka.

Mengatasi stress antara pria dan wanita juga berbeda. Pria langsung masuk ke dalam guanya, menyendiri disana. Sedangkan bagi wanita jika ia terkena masalah akan berbicara dan berbagi/ lega sudah ada wanita jika sudah bercerita, otomatis sebagian besar masalah sudah selesai. Jika pria mengalami masalah, wanita menyodorkan dirinya untuk menjadi teman saat sedih dan susah. Justru si pria akan semakin jauh masuk kedalam guanya. Hal ini kerap kali memicu pertengkaran.

Kalau melihat persoalan yang berkecamuk dalam diri suami, istri merasa kok saya tidak berguna ya sebagai istri. Wah saya bukan pendamping yang baik. Suami punya persoalan kok saya tidak dijadikan tempat mencurahkan,’ kata Rustika menirukan keluhan-keluhan wanita. Jika sang pria tidak menkomunikasikan mengapa ia harus punya waktu sendirian untuk dirinya, maka sang ostri akan salah paham.

Berdamai dengan pria

Mau tahu resep agar kita bisa berdamai dengan kaum adam ini? Perlakukanlah mereka seperti pria dan mereka akan memberikan lebih banyak. Pria biasanya engan dikoreksi dan digurui, jika kita melakukan hal itu maka pria akan menganggap perasaannya kalah penting dengan kesempurnaan yang dituntut wanita. Pria ternyata memiliki keinginan yang besar untuk diterima. Jika wanita menerima maka pria akan lebih mudah mendengarkan. Sebaliknya jika wanita menuntut pria untuk mendengar lebih dulu, pria akan merasa tertolak.

Menurut Rustika, wanita jangan menganggap pria dapat mengerti keinginannya tanpa diberitahu. Pria kurang peka dalam hal ini. Kalau wanita tidak minta dukungan, pria merasa ia sudah cukup banyak memberi. Wnita sering repot dengan perasaannya sendiri dan bertanya-tanya mengapa si pria tak kunjung mengerti maksud hatinya. Maka ungkapkanlah keinginan anda.

Jika wanita minta bantuan pada suami, jangan dengan kata-kata sengit. Karena jika merasa tidak dihargai dia akan menolak. Begitupun jika kita menjelaskan panjang lebar mengapa suami harus membatu kita, malah terkesan istri tidak mempercayainya lagi. Jadi, bilang saja tolong, tanpa harus meyakini suami,’ anjur Rustika.
Hal mendasar bagi pria adalah ia menjadi suami yang paling dibanggakan. Nah, tugas wanitalah yang harus menyuntikkan ‘vitamin pahlawan’ dalam diri pria sesuai kebutuhan mereka. Pujilah dan hargailah kemampuannya. Hubungan ini akan berlangsung timbale balik. Suami akan lebih mudah menerima dan mendengarkan istrinya , lanjutnya.

Jika suami sedang berada dalam ‘guanya’ coba sentuh tangannya. Katakana apakah ia ingin menyendiri dan bercerita ketika ia ingin. Jika ya, maka bersenang-senanglah. Manjakan diri dengan bertemu dengan teman wanita lain, pergi kesalon atau malah berbelanja kebutuhan keluarga tanpaada rasa bersalah telah meninggalkan suami di rumah sendirian. Saat pria menyendiri justru memberi ruang buat wanita untuk lebih mudah bersosialisasi.

Jangan berkorban dengan harapan pria juga akan berkorban. Pria tidak suka menebak perasaan wanita dan tidak menyadari detail-detail tangga. Pria akan menganggap, jika wanita tidak mengungkapkan maka tidak ada masalah. Komunikasi tidak berjalan lancer jika ada satu pihak yang merasa berkorban. Rustika mnyarankan, tak ada salahnya bagi wanita bersikap asertif dengan mengungkapkan keinginannya. Tentu dengan cara yang dapat diterima pria.

Sumber: http://bundaananda.blogspot.com/2010/04/segalanya-tentang-pria.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: