Ajak Bicara Bayi Anda Saat Masih dalam Kandungan


REPUBLIKA.CO.ID,Apa yang diketahui bayi dan kapan mereka mengetahuinya? Pertanyaan itu membuat para peneliti memantau otak bayi untuk mengetahuinya. Di Northwestern University, para peneliti baru-baru ini menyimpulkan, lama sebelum bisa bicara, bayi telah mengenal kata-kata dan dapat menghubungkannya dengan nama benda-benda itu.

Pada umur empat setengah bulan, Finn belum bisa bicara, tetapi bisa menanggapi apa yang dikatakan ibunya. Penelitian di Nothwestern dan lainnya menunjukkan hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah berbicara dengan bayi mereka.

Meski belum bisa bicara, bayi sudah mengenal kata-kata dan menghubungkannya dengan benda-benda. Meski belum bisa bicara, bayi sudah mengenal kata-kata dan menghubungkannya dengan benda-benda.

Covington Campbell, ibu Finn, mulai berbicara kepada bayinya sebelum ia lahir. “Saya terus bicara kepada Finn, menceritakan apa yang sedang saya lakukan,” kata Campbell.

Para peneliti berpendapat kemampuan bahasa pada bayi mulai berkembang sejak mereka masih di dalam rahim. Profesor Kathy Hirsh-Pasik, Kepala Laboratorium Bahasa Bayi di Universitas Temple di Philadeplhia, mengatakan, “Proses pertama perkembangan bahasa terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, karena mereka mendengar pembicaraan ibunya, ” katanya.

Menurut para peneliti, saat itulah bayi mulai mengenal irama bahasa. “Bayi kadang-kadang dapat mengingat beberapa kata yang mereka dengar. Nampaknya mereka memahami berbagai bahasa. Bayi mungkin tidak bisa membedakan bahasa Prancis dari bahasa Spanyol, tetapi mereka tahu kedua bahasa itu (datang) dari satu rumpun bahasa yang sama, (sementara) bahasa Inggris dan Jerman (berasal) dari rumpun bahasa yang lain,” kata Hirsh Pasik.

Penelitian lain menunjukkan bayi dan anak-anak yang sering diajak bicara punya tingkat intelegensia berupa IQ lebih tinggi, dan saat besar nanti, menjadi lebih pandai di sekolah.

Kini, sudah ada alat yang dapat menghitung kata yang didengar seorang bayi untuk membantu orangtua mengukur berapa banyak mereka berbicara dengan anaknya. Tetapi Hirsh-Pasik memperingatkan agar tidak mendudukkan anak di muka televisi, karena yang mereka butuhkan adalah interaksi dua arah.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: voa

http://www.republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: