‘Dosa’ Suami Pada Istri


huh, kesal! Suami sulit diajak kooperatif dalam mengurus rumah tangga. Sikapnya manja dan selalu menang sendiri. Enaknya, diapain, ya?

–          EGOIS & KERAS KEPALA
Jangan: Menyerang dengan kata-kata kasar penuh emosi, saat adu argumentasi.
Lakukan: Ajukan keberatan Anda dengan kepala dingin, tanpa emosi. Kemukakan fakta-fakta yang mendukung tanpa nada menyerang ataupun menyudutkan.

–          BERPENAMPILAN SEENAKNYA
Jangan: Selalu mencela penampilannya.
Lakukan: Belikan kemeja yang agak formal, dengan gaya dan warna yang sesuai seleranya. Belikan juga celana jins berwarna gelap berpotongan rapi. Berikan sebagai hadiah ulang tahun, disertai ciuman paling mesra.

–          TERLALU PERHITUNGAN SOAL UANG
Jangan: Berbelanja diam-diam dan menyembunyikan tagihan kartu kredit.
Lakukan: Beri pengertian pada suami bahwa aktivitas berbelanja tersebut bukan sekadar untuk bersenang-senang, namun Anda pun harus mampu mengerem hasrat berbelanja, terutama bila sudah ‘membahayakan’ keuangan rumah tangga.

–          TIDAK LAGI BERSIKAP MESRA
Jangan: Menuduh dia sudah ‘bosan’ karena tidak lagi bersikap mesra pada Anda.
Lakukan:
Pancing kemesraannya dengan Anda terlebih dahulu berinisiatif. Seperti mencium pipinya atau merengkuh pinggangnya kala sedang bepergian berdua. Hidupkan lagi kemesraan di antara Anda berdua.

–          SERING HANG-OUT DENGAN TEMAN-TEMAN PRIANYA
Jangan:
Menelepon suami berulang-ulang ketika ia sedang bersama teman-temannya.
Lakukan: Utarakan keinginan Anda untuk melewatkan lebih banyak waktu berdua dengan suami.  Asal diutarakan dengan manis, semestinya ia bersedia berubah demi kebahagiaan rumah tangga.

–          TERLALU TERGANTUNG PADA ISTRI
Jangan: Memendam kekesalan.
Lakukan: Sekali waktu, bolehlah Anda menolongnya. Tetapi, diwaktu-waktu yang tepat bicarakan bahwa Anda pun memiliki sejumlah kepentingan pribadi yang harus mendapat perhatiannya.

–          CUEK SAAT DIAJAK BICARA
Jangan: Mematikan televisi dan nyerocos tidak keruan jika suami malah ’sibuk’ nonton televisi saat Anda bicara dengannya.
Lakukan: Ikut duduk santai dan menonton bersamanya. Utarakan kepadanya hal-hal yang ingin Anda ceritakan. Kalau ia tetap tak berpaling dari televisi, jangan patah hati dulu. Sebab, walau tampak cuek, bisa jadi ia sebenarnya sedang mendengarkan Anda dengan penuh perhatian.

–          TIDAK SENSITIF
Jangan: Diam saja atau membalasnya dengan kata-kata yang lebih pedas jika suami sering melontarkan kata-kata menyakitkan.
Lakukan: Katakan kepada suami bahwa tindakannya telah menyakiti hati Anda. Mintalah kepadanya untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan untuk bersikap lebih peka.

–          MENJADI ‘RAJA’ DI TEMPAT TIDUR
Jangan: Berpura-pura tidur atau memasang wajah cemberut jika suami tak peka saat Anda kelelahan dan sedang tak ingin bercinta dengannya.
Lakukan: Katakan kepada suami mengenai apa yang Anda rasakan. Apabila Anda dan suami sama-sama sibuk di luar rumah, memang sulit untuk menemukan ‘frekuensi’ yang sama untuk bermesraan. Akibatnya, sesekali harus ada pihak yang mengalah. Bicarakan baik-baik agar permasalahannya jelas, dan tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan.

–          BERSIKAP SEPERTI TAMU
Jangan: Mengomel sambil mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga jika suami bersikap seolah ia adalah tamu.
Lakukan: Bicarakan keberatan Anda kepadanya. Sebagai seorang partner, tentunya tidak masalah apabila Anda berbagi tugas rumah tangga dengannya.

Sumber: http://femina-online.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: