Menggendong Bayi Bisa Membuat Cerdas


sumber : Artikel diambil dari: republika.co.id, 28 Juli 2008
Untuk bayi yang sering digendong, sering timbul istilah”bau tangan”. Para
ibu muda yang baru memiliki bayi sering dinasihati jangan terlalu sering
digendong, nanti membuatnya manja. Sebenarnya, keinginan bayi untuk
digendong merupakan hal yang alami.

Selama sembilan bulan dalam kandungan ibunya, seorang bayi seolah berada
dalam ayunan. Sehingga ketika lahir, dia mencari kenyamanan yang sama dengan
digendong. Menurut Karen Sokal-Gutierrez, MD, staf pengajar School of Public
Health, University of California Berkeley mengatakan, bayi di bawah usia
tiga bulan memang terlihat sangat membutuhkan bantuan orang yang ada
disekitarnya.

Berbagai kajian ilmiah menunjukkan, ketika bayi-bayi menangis segera
digendong dan diperhatikan kebutuhannya, timbullah perasaan aman. Stres dan
kecemasannya berkurang dan akhirnya, bayi menangis lebih sedikit. “Jadi
menggendong bayi yang menangis itu bagus, tidak akan memanjakannya,”
ujarnya. Lebih lanjut, Gutierrez yang juga Ketua Komisi Early.

Childhood Adoption and Dependent Care pada American Academy of Pediatrics
itu menjelaskan, sebagian dokter ahli anak menyebut periode tiga bulan
pertama hidup bayi sebagai ‘trimester keempat kehamilan’. Bayi-bayi muda
akan merasa lebih nyaman di dalam lingkungan yang mirip rahim ibu, tempat di
mana mereka selalu didekap erat, selalu hangat dan diayun-ayun. Maka secara
alamiah mereka merasa aman dan nyaman jika digendong, dibedong dan ditimang.

Tapi, setelah usia tiga bulan, bayi-bayi ingin sedikit mandiri. Mereka masih
senang digendong, tapi kadang tertarik juga mengamati dan menjelajah
sekitar. Bayi usia empat bulan bisa ditelentangkan supaya menggerak-gerakkan
lengan dan menjangkau kakinya. Atau, ditengkurapkan supaya berlatih
mengangkat kepala dan dada.

Dia menekankan, setiap bayi dan orangtua berbeda. Ada bayi yang perlu
segudang perhatian, ada yang senang tidur melulu atau main sendiri. Ada
orangtua yang tak bosan-bosannya menggendong bayi, ada yang ingin bayinya
belajar mandiri dengan bermain dan tidur sendiri. Budaya yang berbeda punya
kebiasaan berbeda pula. Para orangtua perlu menetapkan apa yang cocok dan
paling memungkinkan untuk mereka dan bayinya.

Pam Leo, seorang parent educator di Gorham, Maine, Amerika Serikat
mengungkapkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang
digendong sepanjang waktu, dan terpenuhi semua ebutuhan-atas-sentuhannya
sepanjang tahun pertama tidak menjadi bayi yang lengket atau terlalu
tergantung pada orang. Sebaliknya bayi-bayi tersebut lebih jarang menangis,
tumbuh lebih bahagia, lebih cerdas, lebih mandiri, lebih penuh kasih dan
lebih ramah ketimbang bayi-bayi yang kebanyakan ditaruh di kursi, di buaian,
di tempat tidur atau di alat bantu lainnya yang tak memerlukan kontak dengan
manusia.

Menggendong bayi juga diyakini sebagai bagian vital dari rencana biologis
alam dalam menciptakan ikatan kasih sayang ibu-bayi, serta amat penting bagi
pengembangan kepercayaan, empati, belas kasih dan hati nurani. “Penelitian
menegaskan menggendong bayi manusia mengembangkan kecerdasan dan kapasitas
bayi dalam hal kepercayaan, kasih sayang, keintiman, cinta dan kebahagiaan,”
tuturnya. (rin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: